ULANGAN HARIAN

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdQUyr8cGIzhUwqd393StKLjG-h_wcUpHrbb5ippne1DbNTpw/viewform?usp=sf_link

Jumat, 10 Februari 2023

JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN KE-2

 JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN KE-2

Saya Heni Fatmawati Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini saya akan menulis mengenai Jurnal Refleksi Dwimingguan pada Modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak.


Jurnal ini sebagai refleksi diri setelah selama dua minggu kedua mengikuti kegiatan Pendidikan CGP yang kedepannnya akan ditulis secara rutin selama dua mingguan sebagai tugas yang harus dikerjakan oleh seorang calon guru penggerak.


Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F: Fact; Feeling; Findings; dan Future, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P yakni: Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan.


Facts (Peristiwa)


Setelah saya mempelajari modul 1.1 yang berkaitan tentang Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara, maka kami melanjutkan ke materi 1.2 mengenai Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak yaitu :


Kegiatan Mulai dari diri :



Selisih Peristiwa positip= 42-16 = 26

Selisih Peristiwa Negatif = 42-14 = 28

Tugas 1. Refleksi

  1. Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan di sana?

Peristiwa positif = Pada usia 16 tahun Mendapatkan rangking 2 pada masa sekolah di MAKN pada kelas 8. Kenapa positif? Karena teman-teman saya merupakan siswa pilihan se-Indonesia. Menjadi siswa MAKN pada saat itu harus melalui tes mengerjakan soal dan wawancara, Menurut saya teman-teman saya semua pintar dengan potensi masing-masing yang menonjol. Sedangkan saya biasanya rangkingnya puluhan. Pada saat itu suatu hal positif saya mendapatkan rangking ke-2

Peristiwa negatif =Pada usia 14 tahun saya terpilih menjadi ketua murid. Baru sehari saya menjadi KM di kelas saya tidak ada guru, dan keadadn kelas sangat ramai. Pada waktu itu ada kepala sekoalh yang sedang memntau ke tiap kelas termasuk kelas saya. Kepala sekolah pada waktu itu bertanya bagian siapa dan KM nya siapa? Saya mengangkat tangan untuk mengaku sebagai KM. Kepala Sekolah menyuruh saya untuk memanggil guru, tapi ketika saya berpapasan dengan kepala sekolah di pintu, pipi saya ditampar. Saya merasa sedih, karena saya seorang perempuan, walaupun itu adalah tanggungjawab saya sebagai Km untuk memanggil guru.

  1. Selain saya, siapa lagi yang terlibat di dalam masing-masing peristiwa tersebut?

Pada peristiwa Positif yang terlibat Wali Kelas saya pada waktu itu Bapak H. Hasanudin, M.Pd.I. dan juga teman-teman satu kelas

Pada peristiwa negatif yang terlibat Bapak Kepala Sekolah, Wakil Km, dan teman-teman sekelas

  1. Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang? (silakan gunakan roda emosi Plutchik di Gambar 2 untuk mengidentifikasi persisnya perasaan Bapak/Ibu di masa itu)

  1. Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang?

Karena pada masa itu merupakan masa-masa yang berbekas. Sehingga berbagai peristiwa masih diingat

  1. Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya?

Sebagai guru hendaknya jangan emosi (marah), karena pada usia itu  murid sangat menginat semua peristiwa yang positif ataupun yang negatif. Sebagai Guru juga harus selalu mendo’akan dan memotivasi murid ke arah positif, karena mungkin saja salah satu do’a baik guru akan dikabulkan oleh Allah SWT.

  1. Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata: "guru", "murid", "belajar", "makna", "peran"?

Guru itu harus menjadi suri tauladan bagi murid dalam proses belajar ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga berperan sebagai orang tua di sekolah yang harus memberikan nasehat yang bermakna.


 Tugas 2Nilai dan peran guru penggerak menurut saya

  1. Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?

nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya adalah mempunyai sedikit kemampuan dalam bidang tekhnologi informasi dan saya orang yang mudah bergaul dengan orang lain

  1. Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?

peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid dengan menjadi guru yang ramah dan mencoba memahami keinginan mereka, dengan  rekan guru adalah ramah dan tidak membeda-bedakan mereka baik kepada senior atau junior, berusaha memahami karakteristik mereka  dan berusaha untuk membantu mereka untuk lebih maju, dan untuk komunitas sekolah dengan cara menjabat sebagai standar proses, memjadi pembina pramuka, menjadi pembina ekstra IRMA dan menjadi bendahara pembangunan masjid sekolah.



Kegiatan Eksplorasi Konsep :

  1. Dari beberapa nilai-nilai yang harus  di miliki oleh Guru penggerak  di antaranya (1) berpihak pada murid, (2) reflektif, (3) mandiri, (4) kolaboratif, serta (5) inovatif. Menurut saya semuanya  harus dikuatkan 

  2. Membangun budaya belajar yang betul-betul  berpihak kepada anak,  yang  memberi ruang kepada setiap individu anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai  dengan kodrat alam dan kodrat zaman.Pembelajaran yang berpusat pada siswa harus fokus pada kemampuan dan karakteristik siswa,  supaya siswa dapat mencapai tujuan  pembelajaran yang lebih bermakna dan mencerminkan Profil  Pelajar Pancasila.


  1. Apa kaitan antara diagram identitas gunung es dengan penumbuhan Profil Pelajar Pancasila pada murid dan transformasi pendidikan? 

  2. Apa konsekuensi logis dari diagram identitas gunung es pada peran saya sebagai Guru Penggerak dalam transformasi pendidikan?

jawaban

  1. Kesadaran dan pemahaman terhadap diagram identitas gunung es bisa mengoptimalkan penumbuhan Profil Pelajar Pancasila pada murid. Alasannya karena dengan diagram identitas gunung es, maka akan  menyadari bahwa potensi siswa lebih banyak yang tidak terlihat daripada yang muncul ke permukaan.

  2. Saya harus menggali potensi peserta didik, dengan peran guru penggerak sebagai pemmimpin pembelajaran



Kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 1:

Kegiatan ini dipimpin oleh Fasilitator Ibu Ida Siti Faridah, S.Pd., M.Pd. Berdiskusi tentang Peran dan Nilai Guru Penggerak. Pada ruang kolaborasi 1 ini dibagi kepada 2 kelompok. Saya masuk ke kelompok B. 


Kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 2:

Kegiatan ini dipimpin oleh Fasilitator Ibu Ida Siti Faridah, S.Pd., M.Pd . Presentasi hasil diskusi kelompok tentang Peran dan Nilai Guru Penggerak yang telah dilaksanakan pada ruang kolaborasi 1. Yang mana peran Guru Penggerak itu adalah: 

  1. Menjadi pemimpin pembelajar

  2. Menjadi coach bagi guru lain

  3. Mendorong kolaborasi

  4. Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Student Agency)

  5. Menggerakkan Komunitas Praktisi

Dan nilai-nilai yang harus  di miliki oleh Guru penggerak  di antaranya

(1) berpihak pada murid, 

(2) reflektif, 

(3) mandiri,

(4) kolaboratif, serta 

(5) inovatif. 


Kegiatan Demontrasi Kontekstual:

Penerapan Nilai dan peran guru penggerak seandainya lulus menjadi guru penggerak. Dan telah menjadi guru penggerak selama 3 tahun


Kegiatan Elaborasi:

Kegiatan penguatan tentang Nilai dan peran guru penggerak dipimpin oleh instruktur yaitu Ibu Iswatun dari Bogor. Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi dan diskusi


Kegiatan Koneksi antar Materi:

Mengaitkan Modul 1.1 dan Modul 1.2 dan penerapan pada masa yang akan dating


Kegiatan Aksi Nyata:

Berisi tentang penerapan Nilai dan Peran guru penggerak di sekolah yang sederhana dan rutin


Feelings (Perasaan)


Setelah mempelajari modul ini, tentang nilai dan peran guru penggerak, saya menyadari sudah terdapat beberapa nilai dan peran guru penggerak yang selama ini sudah saya lakukan secara tidak saya sadari. Saya merasa senang akan hal itu. Akan tetapi, saya harus tetap tergerak dan termotivasi untuk terus memperbaiki diri dan memenuhi beberapa nilai dan peran guru penggerak yang belum saya kembangkan dan lakukan pada diri saya sebagai guru di sekolah dan masyarakat. Saya meginginkan kedepannya, saya mampu menjadi contoh bagi rekan-rekan kerja saya untuk tergerak Bersama pula mewujudkan peserta didik yang memiliki karakter profil pelajar Pancasila.

Findings (Pembelajaran)

Pengalaman saya selama mempelajari modul 1.2 ini sangat beragam. Saya menjadi mengetahui bagaimana cara kerja otak manusia yang terdiri dari dua yakni thinking fast dan thinking slow. Selama ini saya meyakini bahwa berfikir cepat dan tanggap serta akurat merupakan hal yang baik. Sekarang saya lebih memahami bahwa sebaiknya sebagai seorang pendidik saya harus membiasakan diri untuk berfikir lambat (thingking slow) supaya saya lebih dapat memberikan keputusan tidak terburu-buru dan lebih bijaksana sehingga mampu menilai dan melihat dari berbagai sudut/aspek sebelum memutuskan sesuatu.

Hal lainnya yang saya dapatkan adalah saya menjadi mengetahui 5 kebutuhan dasar manusia, yakni kebutuhan kasih sayang dan rasa diterima, kekuasaan, kesenangan, kebebasan, dan bertahan hidup. Kemudian tahap perkembangan manusia secara psikososial menurut erik erikson, bahwa setiap anak memiliki cara pandang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Diharapkan ketika kita sudah mengetahui psikososial di setiap tahap perkembangan manusia, kita menjadi tahu apa yang harus saya lakukan ketika berhadapan dengan peserta didik untuk menyesuaikan terhadap apa yang harus saya lakukukan sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Selanjutnya diagram identitas gunung es yang menjelaskan konsep penumbuhan karakter. Fenomena gunung es di lautan dapat menggambarkan apa yang terlihat di permukaan tidak dapat menggambarkan apa yang ada di dalam laut. Fenomena ini dapat digunakan untuk membuat perumpamaan karakter. Karakter yang terlihat hanya 12% sedangkan 88% tidak terlihat.

Yang terakhir adalah materi mengenai 5 nilai dan peran dari guru penggerak yang harus saya miliki yakni sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudan kepemimpinan murid dan menggerakkan komunitas praktisi.

Future (penerapan)

Penerapan ke depan (Rencana) pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak. Saya akan memulai dari diri saya sendiri untuk memperbaiki cara mengajar, menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan menyenangkan, berpihak pada murid dan penuh dengan inovasi. Menerapkan pembelajaran didalam dan luar ruangan dan yang paling penting menciptakan kenyamanan murid dalam belajar. Saya mewujudkan mandiri belajar dari berbagai sumber dan media untuk meningkatkan kualitas diri saya semacam mengikuti webinar, pelatihan dan melanjutkan Pendidikan saya ke jenjang berikutnya. Mencoba berfikir reflektif dan matang dalam menentukan sikap dan tindakan dan keputusan saya. 



 







Senin, 12 Desember 2022

REMIDIAL PAI PENILAIAN AKHIR SEMESTER (PAS) 2022/2023

 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Untuk Remidial Penilaian Akhir Semester (PAS) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dan kelas 9 silahkan klik tautan berikut ini:


Selasa, 08 November 2022

Jurnal Refleksi Dwimingguan ke-1

JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN KE-1

Perkenalkan nama saya Heni Fatmawati, saya adalah Calon Guru Penggerak Angkatan 7  dari SMP Negeri 3 Ciamis Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini saya akan membuat sebuah jurnal  refleksi tentang perjalanan menjadi Calon Guru Penggerak Dwimingguan ke-1.

Jurnal refleksi saya ini akan menggunakan Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal):

1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut? 

2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut. 

3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini? 

4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?


Alhamdulillah wasyukurillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah mentakdirkan saya lolos tahapan seleksi guru penggerak angkatan 7. Setelah sebelumnya melalui beberapa tahapan tes, mulai dari tes tahap 1, yaitu tes administrasi, dan tes tahap 2 yaitu simulasi mengajar dan wawancara. walaupun saya pada saat tes simulasi dan wawancara dalam keadaan hamil tua. Alhamdulillah saya dinyatakan lulus dalam  seleksi tahap ke-2 dan berhak mengikuti Diklat Pendidikan Calon Guru Penggerak. Setelah mengunggah Pakta Integritas pada laman SimPKB Guru Penggerak, maka  calon guru penggerak (CGP) dapat mengikuti rangkaian program Pendidikan dan pelatihan dari BBGP Provinsi Jawa Barat. Diklat ini berbentuk daring dan luring. Untuk daring  diklat ini menggunakan LMS (Learning Management System). Saya menjadi salah satu dari 18.079 peserta Pendidikan Guru Penggerak yang akan bersama-sama belajar dan berproses selama kurang lebih 6 bulan. 

1.   Facts (Peristiwa)

Program guru penggerak angkatan 7 ini dibuka oleh menteri pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi yaitu bapak  Nadiem Makarim, yang biasa di sapa mas menteri pada hari tanggal 20 Oktober 2022 pukul 11.00 WIB secara langsung melalui zoom dan kanal YouTube Ditjen GTK Kemdikbud RI. Selain Mas Menteri pada saat pembukaan dihadiri juga oleh Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek RI Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. yang juga sebagai Nara sumber pada pembukaan itu. Pembukaan juga dihadiri oleh BBGP se-Indonesia, Fasilitator, instruktur, penagjar praktik dan calon guru penggerak itu sendiri. Setelah pembukaan dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala BBGP propinsi Jawa Barat.
Pada hari Jum'at tanggal 21 Oktober 2022 dimulai Pre Test di LMS dengan waktu pengerjaan antara pukul 08.00 AM sampai 11.59 PM.
Pada hari Sabtu tanggal 22 Oktober 2022 dilaksanakan Lokakarya Orientasi. Lokakarya ini bertempat di Aula SMPN 1 Cijeungjing. Pelaksanaannya mulai pukul 08.00 sampai pukul 15,15. Lokakarya orienatasi dihadiri oleh Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Ciamis, yang pada waktu itu diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, yaitu  Bapak Endang Kuswana, S.IP., MM. sekaligus membuka Lokakarya tersebut. Adapaun peserta yang lainnya adalah Pengawas dari berbagai jenjang, pengajar praktik, calon guru penggerak dan kepala sekolahnya.

Pada hari Senin, 24 Oktober 2022 kegiatan pada LMS adalah 1.1.a.3. Mulai dari Diri - Modul 1.1, Moda: Mandiri.*Kegiatan ini merupakan kegiatan pembuka dari seluruh rangkaian materi belajar di Program Pendidikan Guru Penggerak. Pada kegiatan ini, CGP akan melakukan sebuah refleksi diri sejauh mana CGP mengenal dan memahami Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD).Dalam tahap ini sahabat belajar diminta melakukan refleksi berdasarkan pertanyaan-pertanyaan pemantik (tidak perlu ditulis di LMS) dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia di bawah terkait pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) di LMS berupa:

1.    Tulisan Reflektif Kritis: Buatlah sebuah tulisan reflektif kritis dengan jumlah minimum 300 kata dan maksimum 500 kata dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan panduan yang telah disediakan;

2.    Harapan dan Ekspektasi: Ungkapkan Harapan dan Ekspektasi Anda terkait dengan pembelajaran pada modul ini.

Tuliskan refleksi kritis, Harapan dan Ekspektasi pada LMS melalui menu New blog post.

Hari selanjutnya kegiatan pada forum diskusi dimana CGP harus aktif dalam forum diskusi itu.

Pada hari Selasa, 25 Oktober 2022 kegiatan pengenalan LMS dimulai pada pukul 08.00 WIB. Nara Sumber pada gmeet kali ini oleh Bapak Moch. Erwin Maulana dan Bapak Asep Winangun.

Untuk kegiatan selanjutnya yaitu eksplorasi konsep secara virtual, pada hari Rabu, 26 Oktober 2022, untuk waktu kelas A : mulai 13.30-15.00, untuk kelas B mulai 15.30-17.00.  Kegiatan ini dipandu oleh Fasilitator yaitu Ibu Ida Siti Faridah

Kegiatan selanjutnya setelah menyimak video dan membaca 3 (tiga) tulisan KHD. Hayati dan maknai pemikiran KHD sesuai dengan pengalaman dan konteks sosial budaya di daerah, lalu buatlah sebuah rekaman audio atau video berdurasi 1 hingga 2 menit yang memberikan ilustrasi diri sebagai “pembelajar” sekaligus “pemelajar” yang dapat menginternalisasi gagasan KHD. Unggah audio atau video yang dibuat ke Google drive. Jangan lupa untuk membuka akses file hasil rekaman di google drive dengan cara klik Dapatkan link/Get link.

Pada hari Kamis, 27 Oktober 2022 kegiatan kolaborasi secara virtual dari pukul 18.30-21.00. Kegiatan ini dipandu oleh Fasilitator

Pada hari Jum'at, 28 Oktober 2022 kegiatan kolaborasi sesi presentasi secara virtual dari pukul 15.00-17.30. Hasil dari kolaborasi sesi presentasi wajib diunggah di LMS.

Kegiatan selanjutnya yaitu demonstrasi kontektual. Pada kegiatan ini saya membuat sebuah puisi yang diunggah di YouTube.

Pada hari Kamis, 03 Nopember 2022 kegiatan Elaborasi melalui gmeet pada pukul 15.30-17.00 WIB yang dipandu oleh Instruktur yaitu Pa Aripuddin.

Kegiatan selanjutnya adalah koneksi antar materi modul 1.1. Waktu terakhir pengumpulan tanggal 08 Nopember 2022.

Kemudian sampailah pada kegiatan pembuatan jurnal Refleksi Dwimingguan.

2. Feelings (Perasaan)

Yang saya rasakan ketika kegiatan selama 2 mingguan itu sangatlah menguras emosi. Hal ini dikarenakan saya baru saja melahirkan, sehingga kesehatan belum pulih. Bahkan ketika pelaksanaan beberapa kali gmeet pun sambil mengemong bayi. Namun walaupun dalam keadaan seperti itu, alhamdulillah semua rangkaian kegiatan selama 2 Minggu bisa diikuti. Mudah-mudahan modul 1.1 bisa saya serap dan terapkan dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

3. Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran dan pengalaman  sangat berharga yang saya dapatkan dari mempelajari modul 1.1. Sebagai CGP saya mendapatkan banyak ilmu dari fasilitator, instruktur, pengajar praktik, dan dari teman sesama CGP. Banyak hal yang bisa saya terapkan ketika proses pembelajaran.

4. Future (Penerapan)

Hasil penerapan dari gagasan terkait pemikiran Ki Hajar Dewantara, peserta didik diberikan pendidikan yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Materi dan proses pembelajaran disesuaikan dengan alam lingkungan sekolah, serta dalam kemampuan mereka mengikuti perkembangan zaman. Adapun tantangan dan solusi dari penerapan pemikiran Ki Hajar Dewantara sesuai dengan konteks kelas dan sekolah, maka keteladanan seorang Guru dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman merupakan satu tantangan bagi guru untuk melaksanakannya, sedangkan menjadi penyemangat serta motivasi tersendiri bagi murid dalam belajar. Adapun solusi dari hal tersebut adalah guru harus benarbenar bersikap yang patut dan menjadi teladan bagi murid dan menguasai keterampilan abad 21 dengan memilih metode belajar yang menyenangkan. dengan menghadirkan permainan, karena bermain merupakan kodrat anak. Serta guru harus mampu memahami karakter murid.

Guru juga harus bisa menjadi guru yang mempunyai prinsip atau semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, apa bila di depan harus bisa menjadi suri tauladan bagi peserta didik, jika di tengah harus mampu membnagkitkan atau menggugah semangat, dan apabila di belakang harus bisa memberikan dorongan dan arahan kepada peserta didik

Guru bergerak - Indonesia maju 
Semangat!!! 

1.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1


1.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Perkenalkan nama saya Heni Fatmawati, saya adalah Calon Guru Penggerak Angkatan 7  dari SMP Negeri 3 Ciamis Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini saya akan membuat sebuah artikel tentang kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara, Artikel ini dibuat untuk melengkapi tugas modul 1.1.a.8 Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1. 

Pertanyaan pemantik dalam membuat kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantaral: 

  1. Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda  mempelajari modul 1.1?
  2. Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini? 
  3. Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?


KESIMPULAN DAN REFLEKSI  TERHADAP PEMIKIRAN-PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA


Asas Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Menurut KHD (2009), “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”

Pendidikan adalah suatu proses yang tidak diam. Ia terus tumbuh dan berkembang sesuai kondisi zaman  dan kondisi peserta didik. Sebagai pendidik kita harus mampu mengetahui segala potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Selain itu, kita juga harus mampu terampil mengelola pembelajaran yang berpihak pada murid pada konteks lokal kelas dan sekolah agar terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter.

KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan. Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan (rakyat). Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Pendidikan menciptakan ruang bagi murid untuk bertumbuh secara utuh agar mampu memuliakan dirinya dan orang lain (merdeka batin) dan menjadi mandiri (merdeka lahir). Kekuatan diri (kodrat) yang dimiliki, menuntun murid menjadi cakap mengatur hidupnya dengan tanpa terperintah oleh orang lain

Dasar Dasar Pendidikan yang Menuntun

KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.

Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki laku-nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa.


Kodrat Alam dan Kodrat Zaman

Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama” KHD mengelaborasi Pendidikan terkait kodrat alam dan kodrat zaman sebagai berikut “Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman. Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demjf,ikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal. 21)

KHD hendak mengingatkan pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya menuntut anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman.


Budi Pekerti

Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga.

Budi Pekerti merupakan keselarasan (keseimbangan) hidup antara cipta, rasa, karsa dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran diri yang baik tentang kekuatan dirinya kemudian dilatih men-elola diri agar mampu memiliki kesadaran sosial bahwa ia tidak hidup sendiri dalam relasi sosialnya sehingga ketika membuat sebuah keputusan yang bertanggungjawab dalam kemerdekaan dirinya dan kemerdekaan orang lain. Budi Pekerti melatih anak untuk memiliki kesadaran diri yang utuh untuk menjadi dirinya (kemerdekaan diri) dan kemerdekaan orang lain.

Yang Saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Saya  mempelajari modul 1.1

Sebelum saya mempelajari modul 1.1 yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas adalah: 
  • Guru merupakan subjek utama di dalam kelas, kalau guru tidak berada di kelas maka pembelajaran tidak akan terlaksana
  • Guru harus mentransper ilmu kepada peserta didik dengan metode klasikal antara lain menerangkan materi dengan ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Di sini guru sebagai satu-satunya sumber belajar bagi peserta didik di kelas
  • Guru memberikan tugas yang sama kepada setiap peserta didik, tanpa melihat keragaman potensi peserta didik. 
  • Pembelajaran berpusat pada guru
  • Pembelajaran lebih banyak di kelas
  • Pembelajaran dianggap tuntas kalau sudah memenuhi KKM
  • Memberikan hukuman kepada peserta didik yang melanggar aturan/kesepakatan, karena menganggap mereka akan berubah dengan diberi hukuman itu

Yang berubah dari pemikiran atau perilaku Saya setelah mempelajari modul ini

Setelah mempelajari filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara dari modul 1.1 ini semakin terpacu untuk menempatkan murid sebagai subjek dari pembelajaran, dengan memberikan kebebasan untuk menentukan pembelajaran, namun tentu saja dengan menuntut murid agar selamat dan bahagia selalu dalam proses pembelajaran. Serta dalam pembelajaran memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman yang berada di lingkungan sekolah. Sikap keteladanan atau uswatun hasanah dalam diri guru menjadi salah satu alasan dalam penerapan gagasan dari pemikiran Ki Hajar Dewantara. Hal tersebut dimaksudkan untuk membangun jiwa semangat belajar dan terus memotivasi anak. guru sebagai penuntun murid yang menghamba kepada Murid dalam pelayanan prima untuk menghadirkan kebahagiaan lahir batin menuju keselamatan dan kemerdekaan belajar anak yang memiliki Budi Pekerti yang baik dan menjadi Pelajar Pancasila, sehingga murid memiliki sikap : beriman, mandiri, kreatif, berpikir kritis, bergotong royong dan berkebhinekaan global. Sebagai contoh dalam memperhatikan kodrat zaman adalah ketika ujian baik PTS ataupun PAS dan PAT, peserta didik menggunakan HP dengan ujian menggunakan aplikasi google form.

Yang dapat segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD

Hasil penerapan dari gagasan terkait pemikiran Ki Hajar Dewantara, peserta didik diberikan pendidikan yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Materi dan proses pembelajaran disesuaikan dengan alam lingkungan sekolah, serta dalam kemampuan mereka mengikuti perkembangan zaman. Adapun tantangan dan solusi dari penerapan pemikiran Ki Hajar Dewantara sesuai dengan konteks kelas dan sekolah, maka keteladanan seorang Guru dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman merupakan satu tantangan bagi guru untuk melaksanakannya, sedangkan menjadi penyemangat serta motivasi tersendiri bagi murid dalam belajar. Adapun solusi dari hal tersebut adalah guru harus benarbenar bersikap yang patut dan menjadi teladan bagi murid dan menguasai keterampilan abad 21 dengan memilih metode belajar yang menyenangkan. dengan menghadirkan permainan, karena bermain merupakan kodrat anak. Serta guru harus mampu memahami karakter murid.
Guru juga harus bisa menjadi guru yang mempunyai prinsip atau semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, apa bila di depan harus bisa menjadi suri tauladan bagi peserta didik, jika di tengah harus mampu membnagkitkan atau menggugah semangat, dan apabila di belakang harus bisa memberikan dorongan dan arahan kepada peserta didik



Jumat, 10 Juni 2022

REMIDIAL PAT MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN PELAJARAN 2021/2022


Asssalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Untuk Remidial PAT Kelas 7 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN PELAJARAN 2021/2022 silahkan klik di bawah ini:
👇

Jumat, 06 Desember 2019

10 AMALAN AGAR ANAK SHOLEH/SHOLEHAH

Untuk mendapatkan keturunan yang berakhlak mulia, ada cara2 orang shalih yg dipraktikkan setiap saat. Mulai dari doa hingga mencuci beras. Berikut adalah 10 tips mendo'akan agar memiliki anak2 yg shaleh/shalihah. Baca dan amalkan, insyaallah mendapatkan anugerah putra-putri shalih shalihah. 

1. Kalau tiba2 teringat pada anak, kirimkan bacaan al Fatihah. Sampai ke ayat "iyya kana' budu wa iyyaka nastain" (Hanya kepada Mu kami menyembah dan hanya kepadaMU kami memohon pertolongan), mintalah apa saja hajat saat itu yg ada hubungannya dgn anak yg kita ingat saat itu juga. Teruskan membaca surat al-Fatihah, doakan semoga anak kita diberi kepahaman yg sebenarnya dalam urusan agamanya, memiliki ilmu yg bermanfaat dan serahkan urusan anak kepada Allah untuk menjaganya.

2. Pandang wajahnya saat dia tidur, ucapkan: "Ibu mau (nama anak) jadi anak yg sholeh, sayang...". Coba amalkan (kata2 ini bermakna kita bercakap dgn rohnya) dan ucapan ini adalah doa. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

3. Bangun shalat malam, shalat lah di sisinya. Maksudnya kita shalat dalam kamar dia dan dekat dgn ananda. Jika kita sering melakukannya dan kita juga selalu beritahu dia bahwa kita sering doakan dia, dia akan merasakan satu ikatan kasih sayang yg hakiki yg kita sangat sayang pada dia dan mau dia jadi anak yg sholeh. Dia akan tahu kita selalu shalat hajat untuknya.

4. Minta dikasihani. Ucapkan setiap saat bahwa kita ini sedang menunggu panggilan Allah. Jika dia tidak jadi anak sholeh bermakna dia tidak sayang kita dan tentunya kita akan merana di alam Barzah nanti.

5. Peluklah anak selalu walaupun dia sudah besar, sebagaimana kita sayang dia saat kecilnya. Aura ciuman dan belaian ibu sambil bisikkan padanya bahwa kita bangga mempunyai anak sepertinya.

6. Maafkan anak kita setiap waktu walaupun perbuatannya amat melukai hati kita. Muhasabah diri, mungkin kesalahan yg anak kita lakukan itu adalah karena dosa2 kita dimasa lalu.
7. Yang paling penting jaga tutur kata kita, jangan sekali2 ucapkan perkataan yg bisa melukai hatinya. Jika ini terjadi juga karena kita khilaf, cepat2 cari waktu yg sesuai untuk kita minta maaf padanya. Mengakulah padanya itu kelemahan kita, kita marah karena dia berbuat salah, bukan bermaksud membenci.

8. Amalkan membaca ayat 40 Surat Ibrahim dan surat Al Furqan ayat 74, supaya kita, anak kita dan keturunan kita termasuk dalam golongan orang2 yg tetap mendirikan sholat berbakti
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ 

Rabbij'alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī rabbanā wa taqabbal du'ā` 

Yaa Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang2 yg tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama)

“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yg bertakwa.”

9. Selalu ingatkan anak bahwa tak ada gunanya pangkat, belajar tinggi, harta banyak, hafal Quran sekalipun, kecuali mempunyai akhlak yg mulia. Allah tidak melihat wajah yg cantik, tapi melihat hati yg cantik.

10. Saat mencuci beras niatkan. "Ya Allah...lembutkanlah hati anak2ku, sebut nama anak kita untuk paham agamanya (anak yg tak paham agama akan bawa orangtuanya juga ke neraka) seperti engkau lembutkan beras ini menjadi nasi". Cuci beras lawan arah jam (putar kekiri seperti orang thawaf ) sambil sholawat kepada Nabi Muhamad saw. 

Hati jangan lalai saat melakukan semua hal di atas, dan ingat kepada Allah selalu.

Kamis, 05 Desember 2019

Tata Cara Sholat Sunnah Tahajud, Niat, dan Bacaan yang Sesuai Syariat Islam

Sholat Sunnah Tahajud merupakan salah satu Sholat Sunnah yang memiliki keistimewaan yang sangat besar.
Sholat tahajud bisa dikerjakan kapan pun dalam kurun waktu setelah isya' sampai masuknya waktu subuh. Walaupun begitu ada waktu yang paling dianjurkan untuk melaksanakan sholat tahajud, yaitu sepertiga malam terakhir.
Sepertiga malam terakhir berarti lepas tengah malam hingga masuknya waktu subuh.
Sholat tahajud dikerjakan sendirian atau boleh berjemaah?
Dilansir Republika, Syekh al-Batini berpendapat bahwa sholat tahajud yang dikerjakan secara berjemaah menurut kajian fikih klasik disebut ta'qib. Artinya mengerjakan sholat sunnah berjemaah apa pun di luar sholat tarawih.
Menurut Mazhab Hanafi, hukum ta'qib seperti sholat tahajud berjemaah adalah makruh.
Seperti disampaikan Ibnu Muflih, sholat sunnah itu hendaknya dilakukan berjemaah sekali saja.
Jadi, jika hendak sholat tahajud padahal sudah mengerjakan tarawih berjemaah, sebaiknya ditunaikan sendiri saja.
Penegasan ini juga disampaikan oleh Ibnu Najim dalam al-Bahr ar-Raiq Syarh Kanz Daqaiq dan al-Kasani di kitab Bada'i as-Shana'i fi Tartib as-Syara'i.
Tata cara sholat tahajud lengkap dan benar beserta niat dan bacaannya
Mengenai tata cara sholat tahajud, sholat sunnah ini dikerjakan 2 rakaat, 2 rakaat dengan jumlah rakaat tak terbatas.
Walaupun begitu menurut hadits HR Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan sholat tahajud lebih dari 11 atau 13 rakaat (jumlah rakaat dengan witir).
Jadi tak ada salahnya jika kita mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW.
Sebelum mengerjakan sholat tahajud, bacalah niat seperti berikut ini:
Ushallii sunnatat-tahajjudi rak'ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
"Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat (dengan menghadap kiblat) karena Allah Taala."
Setelah membaca niat sholat tahajud, lakukan sholat 2 rakaat dengan 2 kali sujud dan 1 kali salam.
Mengenai bacaan sholat tahajud, sebenarnya tidak ada kewajiban untuk membaca doa tertentu. Namun jika merujuk kebiasaan Rasulullah SAW beliau membaca doa berikut.

()

Artinya:
"Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah
kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau".
Demikian tata cara sholat tahajud berikut niat dan bacaan yang bisa diamalkan.
Tata cara sholat tahajud 11 rakaat
Tata cara sholat tahajud 11 rakaat lazimnya dikerjakan 2 rakaat, 2 rakaat (2 rakaat sebanyak 4 kali), kemudian ditutup dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat. 
Tata cara sholat tahajud dan witir
Sholat witir adalah sholat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil yang dikerjakan untuk menutup ibadah sholat sunnah yang dikerjakan hari itu. Jika Anda sudah selesai menjalankan sholat sunnah tahajud dan tidak bermaksud mengerjakan sholat sunnah lainnya, disarankan untuk mengerjakan sholat witir.
Sholat witir lazimnya dikerjakan dengan 3 rakaat. Namun jika kondisi fisik tidak memungkinkan, silakan jalankan sholat witir 1 rakaat.
Berikut ini kami tampilkan niat yang bisa Anda baca sebelum menjalankan sholat witir.
Niat sholat witir 1 rakaat salam
Bagi Anda yang ingin mengerjakan sholat witir dengan 1 rakaat saja, berikut ini bacaan niat sholat yang bisa Anda hafalkan.
Ushallii sunnatal witri rok 'atan (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.
Artinya:
"Saya niat sholat witir satu rakaat (menghadap qiblat) karena Allah ta'alaa.
Niat sholat witir 3 rakaat 1 kali salam
Berikut ini bacaan niat sholat witir dengan 3 rakaat yang diikuti dengan 1 kali salam.
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatin (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.
Artinya :
"Saya berniat shalat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah ta'alaa".
Dari seluruh bahasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa tata cara sholat tahajud yang benar adalah sebagai berikut:
Dikerjakan pada sepertiga malam terakhir (lewat tengah malam sampai masuk subuh).
Sholat tahajud sendirian jika sudah mengerjakan tarawih berjemaah
Membaca niat sholat tahajud
Mengerjakan sholat tahajud 2 rakaat, 2 rakaat (2 sujud, 1 salam)
Jumlah rakaat plus witir tak terbatas (disarankan tak lebih dari 11 atau 13 rakaat)
Membaca doa tahajud setelah selesai sholat tahajud.
Ditutup dengan sholat witir 3 rakaat
Itulah tata cara sholat tahajud yang disarankan, sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW.
Selain penjabaran di atas, Anda akan menemukan banyak sekali tata cara sholat tahajud yang disarankan. Disarankan untuk membaca dalil masing-masing dan silakan amalkan tata cara sholat tahajud yang sesuai dengan pemahaman rasional Anda.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Panduan Sholat Sunnah Tahajud, Niat, dan Bacaan