ULANGAN HARIAN

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdQUyr8cGIzhUwqd393StKLjG-h_wcUpHrbb5ippne1DbNTpw/viewform?usp=sf_link

Jumat, 10 Februari 2023

JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN KE-3

 JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN KE-3

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh….


Saya Heni Fatmawati Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini saya akan menulis mengenai Jurnal Refleksi Dwimingguan pada Modul 1.3 tentang Visi Guru Penggerak.


Jurnal ini sebagai refleksi diri setelah selama dua minggu kedua mengikuti kegiatan Pendidikan CGP yang kedepannnya akan ditulis secara rutin selama dua mingguan sebagai tugas yang harus dikerjakan oleh seorang calon guru penggerak.


Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F: Fact; Feeling; Findings; dan Future, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P yakni: Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan.


Facts (Peristiwa)


Setelah saya mempelajari modul 1.2 mengenai Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak, maka kami melanjutkan ke materi 1.3 Visi Guru Penggerak yaitu :


Kegiatan Mulai dari diri :

Pada minggu ke 3 bulan November yaitu hari Rabu, 23 November 2022 saya mulai mempelajari materi mulai dari diri yaitu: 

Pada tugas ini, artikulasikanlah nilai-nilai, filosofi, harapan atas murid di sekolah yang Bapak/Ibu yakini dalam sebuah VISI. Pastikan kalimat-kalimat yang digunakan memiliki makna tersendiri bagi Bapak/Ibu secara pribadi sehingga ketika dibaca, kalimat itu akan menyemangati Bapak/Ibu sendiri, sekaligus menggerakkan hati tiap orang yang turut membacanya. Lewat kalimat itu, Bapak/Ibu harus menggambarkan seberapa berharga visi tersebut hingga patut diperjuangkan pencapaiannya.

Refleksi Mandiri 1 

membuat visi tentang murid. Untuk membantu Bapak/Ibu dalam memaknai bagaimana pentingnya visi tentang murid, mari kita membuat “gambar” yang bertemakan “Imajiku tentang murid di masa depan”Buatlah satu gambar mengenai murid yang Bapak/Ibu dambakan 5-10 tahun mendatang. Sertakan juga dalam gambar itu, lingkungan pembelajaran yang sesuai untuk murid sebagaimana Bapak/Ibu cita-citakan. Gambarkan situasi murid, peran guru, juga suasana sekolah sesuai dengan cita-cita Bapak/Ibu. Konsentrasikan diri pada substansi pesan pribadi Bapak/Ibu bukan pada keindahan gambarnya.




Refleksi Mandiri 2

Membuat sebuah paragraf utuh yang dapat menggambarkan visi tentang sekolah yang di impikan dengan melanjutkan kalimat rumpang yang telah diberikan. 

Saya memimpikan murid-murid yang cerdas, pintar, berkarakter baik dan berakhlak mulia

Saya percaya bahwa murid adalah mempunyai potensi yang berbeda-beda

Di sekolah, saya mengutamakan kebutuhan peserta didik

Murid di sekolah saya sadar betul bahwa Pendidikan itu sangat diperlukan

Saya dan guru lain di sekolah saya yakin untuk mendidik murid supaya mempunyai karakter yang baik dan berakhlak mulia

Saya dan guru lain di sekolah saya paham bahwa mendidik murid untuk pintar dan berkarakter itu tidak mudah

Refleksi Mandiri 3

Susunlah rumusan VISI Bapak/Ibu dalam kalimat-kalimat yang menggunakan kata bermakna kuat, spesifik, berorientasi masa depan, menekankan potensi yang ada sehingga khas menggambarkan murid dan sekolah dalam konteks yang sesuai dengan kenyataan Bapak/Ibu masing-masing

Visi

Mewujudkan siswa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berprestasi dan berjiwa mandiri


Pendampingan Individu 

Pada hari Rabu, Tanggal 25 November 2022, saya mendapatkan pendampingan individu dengan pengajar praktik (PP) yaitu Ibu Lilis Lisnayati, S.Pd. Pendampingan ini berlangsung selama 3 jam, dimulai sekitar pukul 08.00 sampai pukul 11.00. Dalam pendampingan individu ini mendapatkan banyak arahan dan masukan untuk kemajuan CGP dalam penerapan keseharian di sekolah. Penerapan falsafah KHD di lingkungan sekolah dan bagaimana menularkan ke teman sejawat. Kendala-kendala yang saya hadapi, kekuatan yang saya miliki dan mendapatkan masukan dari Ibu Pengajar Praktik.


C:\Users\user\Downloads\WhatsApp Image 2022-11-23 at 11.52.30 (1).jpegC:\Users\user\Downloads\WhatsApp Image 2022-11-23 at 12.19.09.jpegC:\Users\user\Downloads\WhatsApp Image 2022-11-23 at 11.52.30.jpeg


Eksplorasi Konsep

Pada kegiatan ini yaitu ekplorasi konsep tentang berbagi visi murid impian. Kegiatan ini saya diarahkan dapat merumuskan visi sebagai guru penggerak yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila dan pada eksplorasi konsep saya belajar memahami pentingnya visi yang berpihak pada murid sebagai landasan segala inisiatif perubahan dalam pendidikan. Selain itu saya juga belajar memahami mengapa dan bagaimana manajemen perubahan dengan pola pikir positif melalui pendekatan inkuiri apresiatif dilakukan. disitu saya juga belajar tentang tahapan BAGJA yaitu B-uat pertanyaan, A-mbil pelajaran, G-ali mimpi, J-abarkan rencana dan A-tur eksekusi. Pada tanggal 24 November 2022 diadakan forum diskusi lewat LMS. Disini kita saling diskusi menyampaikan pendapat dan mengomentari pendapat teman lain. Tetapi saya mengerjakan pada tanggal 25 November 2022 dan 30 November 2022.


Apa hal yang mencerahkan saya sebagai pendidik di sepanjang proses menyusun visi pribadi saya itu?

Saya jadi mengetahui alur ATAP dan Bagja dalam membuat sebuah visi.

 Bagaimana saya membayangkan penerapan inkuiri apresiatif dalam konteks saya sehari-hari sebagai pendidik?

Saya berusaha untuk menerapkan pendekatan Inkuiri apresiatif model BAGJA sebagai salah satu cara dalam meningkatkan organisasi/sekolah atau pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Dalam hal ini, tentu kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi hal yang wajib dilakukan agar mencapai hasil yang maksimal.

Ruang Kolaborasi 

Kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 1:

Pada tanggal 25 November 2022 di mulai ruang kolaborasi Modul 1.3 Visi Guru Penggerak, Saya termasuk ke dalam Kelas B dimulai pada Pukul 18.30 s.d 20.45 WIB.

Kegiatan ini dipimpin oleh Fasilitator Ibu Ida Siti Faridah, S.Pd., M.Pd. Berdiskusi tentang Visi Guru Penggerak. 

Sebelum kegiatan diskusi berlangsung, Ibu Fasilitator memberikan penjelasan dan pemahaman tentang bagaimana cara menyusun Visi Guru Penggerak dan prakarsa perubahan dengan alur BAGJA.

Dalam ruang kolaborasi 1 dibentuk 3 kelompok dengan penugasan diskusi menyusun rencana BAGJA dari kalimat prakarsa perubahan sebagai bentuk ejawantah visi yang mempertimbangkan Profil Pelajar Pancasila, aset, dan operasionalisasi pencapaiannya. Saya masuk di kelompok 2 bersama Bu Indriyani, Bu Diana dan Pak Gigin Ginanjar. Dalam sesi diskusi saya dan anggota kelompok merumuskan visi sebagai guru penggerak dan harus disepakati satu kelompok kemudian kita harus membuat sebuah prakarsa perubahan dan kita juga harus membuat tahapan BAGJA sesuai dengan prakarsa perubahan kita yang telah disepakati satu kelompok. Diskusi berlangsung sangat kolaboratif dan saling menghargai pendapat masing-masing sehingga diperoleh satu kesepahaman.

C:\Users\user\Downloads\Rukol 1 3.png

Kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 2:

Pada tanggal 28 November 2022 Kelas B pukul 18.30 sampai dengan pukul 20.45 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh Fasilitator Ibu Ida Siti Faridah, S.Pd., M.Pd . Presentasi hasil diskusi kelompok tentang Visi Guru Penggerak yang telah dilaksanakan pada ruang kolaborasi 1 dan umpan balik. Diskusi begitu mengasyikan, terjadi tukar pendapat sehingga menambah pemahaman kami tentang bagaimana membuat visi jelas, focus,  realistis dan membumi, bagaimana membuat Prakarsa perubahan dengan alur BAGJA. 

D:\CGP\rukol 1.3 ke-3.png

Tugas Ruang Kolaborasi : 

D:\CGP\unggah rukol 1.3.PNG


Lokakarya 1

Pada tanggal 27 November saya mengikuti kegiatan lokakarya 1 di SMP Negeri 1 Cijeungjing dari jam 08.00 sd jam 16.00 WIB. Dalam lokakarya tersebut saya tergabung dalam kelas C yang terdiri dari 3 (tiga) pengajar praktik. Kami mendapatkan materi  pembelajaran dari Pengajar Praktik tentang kepemimpinan dalam diri, mengalami diskusi komunitas praktisi, dan komunitas praktisi di sekelilingku.


C:\Users\user\Downloads\WhatsApp Image 2022-12-24 at 20.47.26.jpegC:\Users\user\Downloads\WhatsApp Image 2022-12-24 at 20.47.27.jpeg




Demonstrasi Kontekstual

Pada tanggal 29 November sampai 4 Desember  2022 kami harus mempelajari materi demonstrasi kontekstual dan harus membuat tugasnya yaitu CGP membuat prakarsa perubahan diri berdasarkan visi yang telah dibuatnya di Tugas Individu 1, dan CGP menyusun BAGJA berdasarkan kalimat prakarsa perubahan diri yang telah dibuat.

Pada tugas Demonstrasi Kontekstual kali ini, Bapak/Ibu diminta membuat rancangan tindakan perubahan berdasarkan tahapan B-A-G-J-A untuk mulai melakukan perubahan pada diri sendiri sehingga semakin berdaya dalam berpihak pada murid. Temukan potensi dan kekuatan, juga hal baru dalam diri Bapak/Ibu yang dapat membawa manfaat untuk murid.  Tugas dibuat dalam bentuk video dan di unggah ke LMS.

Tugas Demontrasi kontekstual :

D:\CGP\tugas demontrasi kontekstual 1.3.PNG


Elaborasi Pemahaman

Pada tanggal 1 Desember 2022 kami menyampaikan pertanyaan di LMS yang menguatkan pemahaman modul 1.3. Pada tanggal 2 Desember 2022 kami melaksanakan Kegiatan Web Meeting dengan Instruktur Bapak Yummy Pilipus Markus Pedjaga Waktu : Sesi 1 (13.00-14.30 WIB). Disini kami telah belajar antara lain menentukan kalimat visi yang sesuai profil pelajar Pancasila, menentukan prakarsa perubahan yang menantang, bermakna kontekstual dan relevan, memahami bahwa prakarsa perubahan adalah bagian dari visi yang akan dicapai, membuat tahapan BAGJA untuk rencana perubahan ditempat dimana kita berkarya menggunakan paradigma dan pendekatan inkuiri apresiatif dan menjalankan semua rencana perubahan tersebut ditempat kita berkarya.


D:\CGP\elaborasi 1.3-2.png


Koneksi Antar-Materi

Bagian ini adalah pengaitan antarmateri yang sudah saya pelajari mulai dari modul 1.1, 1.2, dan 1.3.  Tugas di bagian ini adalah menjawab kaitan peran pendidik dalam mewujudkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan profil pelajar Pancasila pada murid-murid dengan paradigma inkuiri apresiatif. Selain itu, saya juga harus membuat revisi dan merumuskan dengan penuh keyakinan, visi yang telah dibuat berdasarkan jawaban pertanyaan di atas, ke dalam sebuah visi yang membuat saya bersemangat ketika membacanya, dan menggerakkan hati setiap orang yang membacanya.



KONEKSI ANTAR MATERI

1.3.a.8. Koneksi Antar Materi -- Modul 1.3. 

Apa yang Bapak/Ibu pahami mengenai kaitan peran pendidik dalam mewujudkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Profil Pelajar Pancasila pada murid-muridnya dengan paradigma inkuiri apresiatif (IA) di sekolah Bapak/Ibu?

Menurut pemahaman saya antara modul 1.1, modul 1.2, dan modul 1.3 saling terkait satu sama lain. Bahwa dalam menyusun Visi Guru Penggerak akan berhubungan dengan:

1. Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan filosofi pemikiran KHD

2. Peran dan Nilai Guru Penggerak

3. Inkuiri Apresiatif melalui tahapan B-A-G-J-A

Merefleksikan dan Mengaitkan Pemahaman Antar Modul. Peran Pendidik dalam Mewujudkan Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara, Profil Pelajar Pancasila, dan Inkuiri Apresiatif (IA)

Dalam modul 1.3 kita belajar tentang  visi guru penggerak

Visi berdasarkan KBBI adalah 

  1. kemampuan untuk melihat pada inti persoalan

  2. pandangan atau wawasan ke depan 

  3. kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan 

  4. apa yang tampak dalam khayalan

  5. penglihatan atau pengamatan.

Menurut Arry Akhmad Arman, visi adalah pernyataan yang mendefinisikan sesuatu yang ingin dicapai seseorang/ sebuah organisasi dimasa mendatang. Sedangkan untuk visi guru penggerak yaitu suatu cita-cita atau impian yang ingin diwujudkan oleh seorang guru penggerak terkait sosok murid atau sekolah impian dimasa mendatang.

Mengapa harus memiliki visi guru penggerak, karena visi : 

1 . Sebagai sumber motivasi, 

2. Dapat melihat kondisi saat ini sebagai garis “start” dengan membayangkan garis “finish” seperti apa yang diinginkan, 

3. Panduan atau pedoman dalam menyusun strategi yang diperlukan.


Kaitan antar modul 1.3 visi guru penggerak dengan modul 1.1 filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu Visi harus sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara (KHD) (2009) bahwa “peran pendidik adalah menuntun segala kodrat pada anak untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya. 

Sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dwantara yaitu Melalui pendidikan dan pengajaran yang kita lakukan harus menuntun murid menjadi manusia merdeka. Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir dan batin tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar pada kekuatan sendiri. Pendidikan harus mampu menciptakan ruang bagi murid untuk tumbuh secara utuh agar mampu memulaikan dirinya dan orang lain (merdeka batin), dan menjadi mandiri (merdeka lahir).

Kaitan Visi Guru peggerak dengan Nilai dan Peran Guru penggerak harus sejalan dan mampu mewujudkan generasi Indonesia yang berprofil pelajar Pancasila. Untuk mewujudkan visi tersebut, guru penggerak harus memiliki nilai-nilai guru penggerak yaitu berpihak pada murid, mandiri, kolaboratif, reflektif, dan inovatif dan menerapkan peran guru penggerak:

  1. Menjadi pemimpin pembelajaran, 

  2. Menggerakkan komunitas praktisi, 

  3. Menjadi coach bagi guru lain, 

  4. Mewujudkan kepemimpinan murid, dan 

  5. Mendorong kolaborasi antar guru dan stakeholder.


Visi guru penggerak dapat terwujud apabila guru penggerak menerapkan nilai-nilai dan perannya serta visi yang yang dimiliki itu terukur, konkrit, direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis. Untuk mencapai hal tersebut Guru penggerak dapat menerapkan pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA). Inkuiri Apresiatif (IA) adalah pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan (David Cooperrider, 2015) IA menggunakan prinsip –prinsip utama psikologi positif di sekolah. Implementasi IA dimulai dengan mengidentifikasi hal-hal baik di sekolah, mencari cara mempertahankan hal-hal baik tersebut dan memunculkan strategi untuk meningkatkan hal tersebut kearah yang lebih baik.

Pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA) ini dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan tahapan BAGJA yaitu buat pertanyaan, ambil pelajaran, gali mimpi, jabarkan rencana, atur eksekusi. Dengan tahapan tersebut maka BAGJA prakarsa perubahan mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan karakter dan kemandirian peserta didik. 


Adapun visi saya sebagai calon Guru Penggerak adalah: "Mewujudkan siswa yang berprestasi, beriman dan bertakwa kepada allah swt., berkarakter, dan berakhlak mulia


Berprestasi adalah Mempunyai prestasi dalam suatu hal (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya).

Beriman dan bertakwa kepada allah swt adalah senantiasa percaya akan Tuhan dengan cara melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan Tuhan Yang Maha Esa.

Berkarakter, artinya berkepribadian, berperilaku, bersifat, serta berwatak.

Berakhlak mulia: Siswa yang mempunyai sikap dan tingkah laku yang baik atau bersikap terpuji terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, alam semesta, dan negara. 

Untuk mewujudkan mimpi dan visi tersebut sesuai dengan tahapan B-A-G-J-A, yaitu:

Buat pertanyaan

Ambil pelajaran

Gali mimpi

Jabarkan rencana

Atur eksekusi


AKSI NYATA

Visi Guru Penggerak :

Mewujudkan siswa yang berprestasi, beriman dan bertakwa kepada allah swt., berkarakter, dan berakhlak mulia

Prakarsa Perubahan :

Menggali potensi siswa dengan Kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan di sekolah

D:\CGP\aksi nyata 1.3.PNG


Refleksi :

Pada kegiatan refleksi saya menuliskan pada jurnal refleksi mengenai pengalaman, perasaan dan pembelajaran apa yang saya dapatkan selama proses aksi nyata. Saya juga membuat rencana tindak lanjut mengenai apa yang akan saya perbaiki dan saya tingkatkan dari aksi nyata yang telah dilaksanakan.


Feelings (Perasaan)

Setelah mempelajari modul ini, tentang visi guru penggerak, adalah senang, menemukan ilmu baru dan  semakin termotivasi untuk semangat dalam menjalankan pendidikan guru penggerak. Selain itu saya juga bersemangat dalam menerapkan dan menjalankan visi dan menjalankan rencana perubahan yang sudah saya rumuskan. Semangat dan motivasi saya ini akan membuat aura positif dalam menjalankan prakarsa perubahan saya sehingga visi saya akan terwujud

Findings (Pembelajaran)

Setelah mempelajari modul 1. 3 ini saya dapat mengetahui bahwa dalam memimpin perubahan positif harus berpikir strategi dan memahami inquiri apresiatif sebagai paradigma. Tahapan BAGJA merupakan model manajemen perubahan yang merupakan akronim dari Buat pertanyaan utama, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana dan Atur eksekusi sebagai terjemahan bebas yang diadopsi dari model 5D sebagai bagian dari inkuiri apresiati (Define, Discover, Dream, Design, Deliver). Dalam menyusun BAGJA dapat melalui Amati, tiru, dan modifikasi

Untuk melakukan perubahan yang positif tidak harus bermula dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada ,namun kita fokuskan pada kekuatan apa yang telah kita miliki sehingga sehingga pemikiran kita diarahkan arah yang positif. Selain itu saya juga dapat merumuskan visi sebagai Guru penggerak, merumuskan prakarsa perubahan dan membuat tahapan BAGJA. 

Future (penerapan)

Setelah mempelajari modul 1.3 ini yaitu tentang visi guru penggerak maka saya akan berusaha menerapkan dan mewujudkan visi yaitu  "Mewujudkan siswa yang berprestasi, beriman dan bertakwa kepada allah swt., berkarakter, dan berakhlak mulia. Dan saya akan menerapkan prakarsa perubahan yang saya rumuskan yaitu "Menggali potensi siswa dengan Kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan di sekolah." Prakarsa perubahan ini sudah saya rencanakan sesuai dengan alur BAGJA, dengan membuat pertanyaan bertahap dari alur BAGJA tersebut. Saya juga akan melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid dan melakukan pembelajaran yang nyaman . Saya juga akan terus berinovasi dalam mengembangkan ide dalam pembelajaran. Oleh karena itu saya harus melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat dan pihak sekolah untuk mewujudkan visi dan prakarsa perubahan saya sebagai guru penggerak.



 






JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN KE-2

 JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN KE-2

Saya Heni Fatmawati Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini saya akan menulis mengenai Jurnal Refleksi Dwimingguan pada Modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak.


Jurnal ini sebagai refleksi diri setelah selama dua minggu kedua mengikuti kegiatan Pendidikan CGP yang kedepannnya akan ditulis secara rutin selama dua mingguan sebagai tugas yang harus dikerjakan oleh seorang calon guru penggerak.


Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F: Fact; Feeling; Findings; dan Future, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P yakni: Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan.


Facts (Peristiwa)


Setelah saya mempelajari modul 1.1 yang berkaitan tentang Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara, maka kami melanjutkan ke materi 1.2 mengenai Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak yaitu :


Kegiatan Mulai dari diri :



Selisih Peristiwa positip= 42-16 = 26

Selisih Peristiwa Negatif = 42-14 = 28

Tugas 1. Refleksi

  1. Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan di sana?

Peristiwa positif = Pada usia 16 tahun Mendapatkan rangking 2 pada masa sekolah di MAKN pada kelas 8. Kenapa positif? Karena teman-teman saya merupakan siswa pilihan se-Indonesia. Menjadi siswa MAKN pada saat itu harus melalui tes mengerjakan soal dan wawancara, Menurut saya teman-teman saya semua pintar dengan potensi masing-masing yang menonjol. Sedangkan saya biasanya rangkingnya puluhan. Pada saat itu suatu hal positif saya mendapatkan rangking ke-2

Peristiwa negatif =Pada usia 14 tahun saya terpilih menjadi ketua murid. Baru sehari saya menjadi KM di kelas saya tidak ada guru, dan keadadn kelas sangat ramai. Pada waktu itu ada kepala sekoalh yang sedang memntau ke tiap kelas termasuk kelas saya. Kepala sekolah pada waktu itu bertanya bagian siapa dan KM nya siapa? Saya mengangkat tangan untuk mengaku sebagai KM. Kepala Sekolah menyuruh saya untuk memanggil guru, tapi ketika saya berpapasan dengan kepala sekolah di pintu, pipi saya ditampar. Saya merasa sedih, karena saya seorang perempuan, walaupun itu adalah tanggungjawab saya sebagai Km untuk memanggil guru.

  1. Selain saya, siapa lagi yang terlibat di dalam masing-masing peristiwa tersebut?

Pada peristiwa Positif yang terlibat Wali Kelas saya pada waktu itu Bapak H. Hasanudin, M.Pd.I. dan juga teman-teman satu kelas

Pada peristiwa negatif yang terlibat Bapak Kepala Sekolah, Wakil Km, dan teman-teman sekelas

  1. Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang? (silakan gunakan roda emosi Plutchik di Gambar 2 untuk mengidentifikasi persisnya perasaan Bapak/Ibu di masa itu)

  1. Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang?

Karena pada masa itu merupakan masa-masa yang berbekas. Sehingga berbagai peristiwa masih diingat

  1. Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya?

Sebagai guru hendaknya jangan emosi (marah), karena pada usia itu  murid sangat menginat semua peristiwa yang positif ataupun yang negatif. Sebagai Guru juga harus selalu mendo’akan dan memotivasi murid ke arah positif, karena mungkin saja salah satu do’a baik guru akan dikabulkan oleh Allah SWT.

  1. Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata: "guru", "murid", "belajar", "makna", "peran"?

Guru itu harus menjadi suri tauladan bagi murid dalam proses belajar ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga berperan sebagai orang tua di sekolah yang harus memberikan nasehat yang bermakna.


 Tugas 2Nilai dan peran guru penggerak menurut saya

  1. Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?

nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya adalah mempunyai sedikit kemampuan dalam bidang tekhnologi informasi dan saya orang yang mudah bergaul dengan orang lain

  1. Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?

peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid dengan menjadi guru yang ramah dan mencoba memahami keinginan mereka, dengan  rekan guru adalah ramah dan tidak membeda-bedakan mereka baik kepada senior atau junior, berusaha memahami karakteristik mereka  dan berusaha untuk membantu mereka untuk lebih maju, dan untuk komunitas sekolah dengan cara menjabat sebagai standar proses, memjadi pembina pramuka, menjadi pembina ekstra IRMA dan menjadi bendahara pembangunan masjid sekolah.



Kegiatan Eksplorasi Konsep :

  1. Dari beberapa nilai-nilai yang harus  di miliki oleh Guru penggerak  di antaranya (1) berpihak pada murid, (2) reflektif, (3) mandiri, (4) kolaboratif, serta (5) inovatif. Menurut saya semuanya  harus dikuatkan 

  2. Membangun budaya belajar yang betul-betul  berpihak kepada anak,  yang  memberi ruang kepada setiap individu anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai  dengan kodrat alam dan kodrat zaman.Pembelajaran yang berpusat pada siswa harus fokus pada kemampuan dan karakteristik siswa,  supaya siswa dapat mencapai tujuan  pembelajaran yang lebih bermakna dan mencerminkan Profil  Pelajar Pancasila.


  1. Apa kaitan antara diagram identitas gunung es dengan penumbuhan Profil Pelajar Pancasila pada murid dan transformasi pendidikan? 

  2. Apa konsekuensi logis dari diagram identitas gunung es pada peran saya sebagai Guru Penggerak dalam transformasi pendidikan?

jawaban

  1. Kesadaran dan pemahaman terhadap diagram identitas gunung es bisa mengoptimalkan penumbuhan Profil Pelajar Pancasila pada murid. Alasannya karena dengan diagram identitas gunung es, maka akan  menyadari bahwa potensi siswa lebih banyak yang tidak terlihat daripada yang muncul ke permukaan.

  2. Saya harus menggali potensi peserta didik, dengan peran guru penggerak sebagai pemmimpin pembelajaran



Kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 1:

Kegiatan ini dipimpin oleh Fasilitator Ibu Ida Siti Faridah, S.Pd., M.Pd. Berdiskusi tentang Peran dan Nilai Guru Penggerak. Pada ruang kolaborasi 1 ini dibagi kepada 2 kelompok. Saya masuk ke kelompok B. 


Kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 2:

Kegiatan ini dipimpin oleh Fasilitator Ibu Ida Siti Faridah, S.Pd., M.Pd . Presentasi hasil diskusi kelompok tentang Peran dan Nilai Guru Penggerak yang telah dilaksanakan pada ruang kolaborasi 1. Yang mana peran Guru Penggerak itu adalah: 

  1. Menjadi pemimpin pembelajar

  2. Menjadi coach bagi guru lain

  3. Mendorong kolaborasi

  4. Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Student Agency)

  5. Menggerakkan Komunitas Praktisi

Dan nilai-nilai yang harus  di miliki oleh Guru penggerak  di antaranya

(1) berpihak pada murid, 

(2) reflektif, 

(3) mandiri,

(4) kolaboratif, serta 

(5) inovatif. 


Kegiatan Demontrasi Kontekstual:

Penerapan Nilai dan peran guru penggerak seandainya lulus menjadi guru penggerak. Dan telah menjadi guru penggerak selama 3 tahun


Kegiatan Elaborasi:

Kegiatan penguatan tentang Nilai dan peran guru penggerak dipimpin oleh instruktur yaitu Ibu Iswatun dari Bogor. Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi dan diskusi


Kegiatan Koneksi antar Materi:

Mengaitkan Modul 1.1 dan Modul 1.2 dan penerapan pada masa yang akan dating


Kegiatan Aksi Nyata:

Berisi tentang penerapan Nilai dan Peran guru penggerak di sekolah yang sederhana dan rutin


Feelings (Perasaan)


Setelah mempelajari modul ini, tentang nilai dan peran guru penggerak, saya menyadari sudah terdapat beberapa nilai dan peran guru penggerak yang selama ini sudah saya lakukan secara tidak saya sadari. Saya merasa senang akan hal itu. Akan tetapi, saya harus tetap tergerak dan termotivasi untuk terus memperbaiki diri dan memenuhi beberapa nilai dan peran guru penggerak yang belum saya kembangkan dan lakukan pada diri saya sebagai guru di sekolah dan masyarakat. Saya meginginkan kedepannya, saya mampu menjadi contoh bagi rekan-rekan kerja saya untuk tergerak Bersama pula mewujudkan peserta didik yang memiliki karakter profil pelajar Pancasila.

Findings (Pembelajaran)

Pengalaman saya selama mempelajari modul 1.2 ini sangat beragam. Saya menjadi mengetahui bagaimana cara kerja otak manusia yang terdiri dari dua yakni thinking fast dan thinking slow. Selama ini saya meyakini bahwa berfikir cepat dan tanggap serta akurat merupakan hal yang baik. Sekarang saya lebih memahami bahwa sebaiknya sebagai seorang pendidik saya harus membiasakan diri untuk berfikir lambat (thingking slow) supaya saya lebih dapat memberikan keputusan tidak terburu-buru dan lebih bijaksana sehingga mampu menilai dan melihat dari berbagai sudut/aspek sebelum memutuskan sesuatu.

Hal lainnya yang saya dapatkan adalah saya menjadi mengetahui 5 kebutuhan dasar manusia, yakni kebutuhan kasih sayang dan rasa diterima, kekuasaan, kesenangan, kebebasan, dan bertahan hidup. Kemudian tahap perkembangan manusia secara psikososial menurut erik erikson, bahwa setiap anak memiliki cara pandang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Diharapkan ketika kita sudah mengetahui psikososial di setiap tahap perkembangan manusia, kita menjadi tahu apa yang harus saya lakukan ketika berhadapan dengan peserta didik untuk menyesuaikan terhadap apa yang harus saya lakukukan sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Selanjutnya diagram identitas gunung es yang menjelaskan konsep penumbuhan karakter. Fenomena gunung es di lautan dapat menggambarkan apa yang terlihat di permukaan tidak dapat menggambarkan apa yang ada di dalam laut. Fenomena ini dapat digunakan untuk membuat perumpamaan karakter. Karakter yang terlihat hanya 12% sedangkan 88% tidak terlihat.

Yang terakhir adalah materi mengenai 5 nilai dan peran dari guru penggerak yang harus saya miliki yakni sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudan kepemimpinan murid dan menggerakkan komunitas praktisi.

Future (penerapan)

Penerapan ke depan (Rencana) pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak. Saya akan memulai dari diri saya sendiri untuk memperbaiki cara mengajar, menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan menyenangkan, berpihak pada murid dan penuh dengan inovasi. Menerapkan pembelajaran didalam dan luar ruangan dan yang paling penting menciptakan kenyamanan murid dalam belajar. Saya mewujudkan mandiri belajar dari berbagai sumber dan media untuk meningkatkan kualitas diri saya semacam mengikuti webinar, pelatihan dan melanjutkan Pendidikan saya ke jenjang berikutnya. Mencoba berfikir reflektif dan matang dalam menentukan sikap dan tindakan dan keputusan saya. 



 







Senin, 12 Desember 2022

REMIDIAL PAI PENILAIAN AKHIR SEMESTER (PAS) 2022/2023

 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Untuk Remidial Penilaian Akhir Semester (PAS) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dan kelas 9 silahkan klik tautan berikut ini:


Selasa, 08 November 2022

Jurnal Refleksi Dwimingguan ke-1

JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN KE-1

Perkenalkan nama saya Heni Fatmawati, saya adalah Calon Guru Penggerak Angkatan 7  dari SMP Negeri 3 Ciamis Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini saya akan membuat sebuah jurnal  refleksi tentang perjalanan menjadi Calon Guru Penggerak Dwimingguan ke-1.

Jurnal refleksi saya ini akan menggunakan Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal):

1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut? 

2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut. 

3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini? 

4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?


Alhamdulillah wasyukurillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah mentakdirkan saya lolos tahapan seleksi guru penggerak angkatan 7. Setelah sebelumnya melalui beberapa tahapan tes, mulai dari tes tahap 1, yaitu tes administrasi, dan tes tahap 2 yaitu simulasi mengajar dan wawancara. walaupun saya pada saat tes simulasi dan wawancara dalam keadaan hamil tua. Alhamdulillah saya dinyatakan lulus dalam  seleksi tahap ke-2 dan berhak mengikuti Diklat Pendidikan Calon Guru Penggerak. Setelah mengunggah Pakta Integritas pada laman SimPKB Guru Penggerak, maka  calon guru penggerak (CGP) dapat mengikuti rangkaian program Pendidikan dan pelatihan dari BBGP Provinsi Jawa Barat. Diklat ini berbentuk daring dan luring. Untuk daring  diklat ini menggunakan LMS (Learning Management System). Saya menjadi salah satu dari 18.079 peserta Pendidikan Guru Penggerak yang akan bersama-sama belajar dan berproses selama kurang lebih 6 bulan. 

1.   Facts (Peristiwa)

Program guru penggerak angkatan 7 ini dibuka oleh menteri pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi yaitu bapak  Nadiem Makarim, yang biasa di sapa mas menteri pada hari tanggal 20 Oktober 2022 pukul 11.00 WIB secara langsung melalui zoom dan kanal YouTube Ditjen GTK Kemdikbud RI. Selain Mas Menteri pada saat pembukaan dihadiri juga oleh Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek RI Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. yang juga sebagai Nara sumber pada pembukaan itu. Pembukaan juga dihadiri oleh BBGP se-Indonesia, Fasilitator, instruktur, penagjar praktik dan calon guru penggerak itu sendiri. Setelah pembukaan dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala BBGP propinsi Jawa Barat.
Pada hari Jum'at tanggal 21 Oktober 2022 dimulai Pre Test di LMS dengan waktu pengerjaan antara pukul 08.00 AM sampai 11.59 PM.
Pada hari Sabtu tanggal 22 Oktober 2022 dilaksanakan Lokakarya Orientasi. Lokakarya ini bertempat di Aula SMPN 1 Cijeungjing. Pelaksanaannya mulai pukul 08.00 sampai pukul 15,15. Lokakarya orienatasi dihadiri oleh Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Ciamis, yang pada waktu itu diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, yaitu  Bapak Endang Kuswana, S.IP., MM. sekaligus membuka Lokakarya tersebut. Adapaun peserta yang lainnya adalah Pengawas dari berbagai jenjang, pengajar praktik, calon guru penggerak dan kepala sekolahnya.

Pada hari Senin, 24 Oktober 2022 kegiatan pada LMS adalah 1.1.a.3. Mulai dari Diri - Modul 1.1, Moda: Mandiri.*Kegiatan ini merupakan kegiatan pembuka dari seluruh rangkaian materi belajar di Program Pendidikan Guru Penggerak. Pada kegiatan ini, CGP akan melakukan sebuah refleksi diri sejauh mana CGP mengenal dan memahami Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD).Dalam tahap ini sahabat belajar diminta melakukan refleksi berdasarkan pertanyaan-pertanyaan pemantik (tidak perlu ditulis di LMS) dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia di bawah terkait pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) di LMS berupa:

1.    Tulisan Reflektif Kritis: Buatlah sebuah tulisan reflektif kritis dengan jumlah minimum 300 kata dan maksimum 500 kata dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan panduan yang telah disediakan;

2.    Harapan dan Ekspektasi: Ungkapkan Harapan dan Ekspektasi Anda terkait dengan pembelajaran pada modul ini.

Tuliskan refleksi kritis, Harapan dan Ekspektasi pada LMS melalui menu New blog post.

Hari selanjutnya kegiatan pada forum diskusi dimana CGP harus aktif dalam forum diskusi itu.

Pada hari Selasa, 25 Oktober 2022 kegiatan pengenalan LMS dimulai pada pukul 08.00 WIB. Nara Sumber pada gmeet kali ini oleh Bapak Moch. Erwin Maulana dan Bapak Asep Winangun.

Untuk kegiatan selanjutnya yaitu eksplorasi konsep secara virtual, pada hari Rabu, 26 Oktober 2022, untuk waktu kelas A : mulai 13.30-15.00, untuk kelas B mulai 15.30-17.00.  Kegiatan ini dipandu oleh Fasilitator yaitu Ibu Ida Siti Faridah

Kegiatan selanjutnya setelah menyimak video dan membaca 3 (tiga) tulisan KHD. Hayati dan maknai pemikiran KHD sesuai dengan pengalaman dan konteks sosial budaya di daerah, lalu buatlah sebuah rekaman audio atau video berdurasi 1 hingga 2 menit yang memberikan ilustrasi diri sebagai “pembelajar” sekaligus “pemelajar” yang dapat menginternalisasi gagasan KHD. Unggah audio atau video yang dibuat ke Google drive. Jangan lupa untuk membuka akses file hasil rekaman di google drive dengan cara klik Dapatkan link/Get link.

Pada hari Kamis, 27 Oktober 2022 kegiatan kolaborasi secara virtual dari pukul 18.30-21.00. Kegiatan ini dipandu oleh Fasilitator

Pada hari Jum'at, 28 Oktober 2022 kegiatan kolaborasi sesi presentasi secara virtual dari pukul 15.00-17.30. Hasil dari kolaborasi sesi presentasi wajib diunggah di LMS.

Kegiatan selanjutnya yaitu demonstrasi kontektual. Pada kegiatan ini saya membuat sebuah puisi yang diunggah di YouTube.

Pada hari Kamis, 03 Nopember 2022 kegiatan Elaborasi melalui gmeet pada pukul 15.30-17.00 WIB yang dipandu oleh Instruktur yaitu Pa Aripuddin.

Kegiatan selanjutnya adalah koneksi antar materi modul 1.1. Waktu terakhir pengumpulan tanggal 08 Nopember 2022.

Kemudian sampailah pada kegiatan pembuatan jurnal Refleksi Dwimingguan.

2. Feelings (Perasaan)

Yang saya rasakan ketika kegiatan selama 2 mingguan itu sangatlah menguras emosi. Hal ini dikarenakan saya baru saja melahirkan, sehingga kesehatan belum pulih. Bahkan ketika pelaksanaan beberapa kali gmeet pun sambil mengemong bayi. Namun walaupun dalam keadaan seperti itu, alhamdulillah semua rangkaian kegiatan selama 2 Minggu bisa diikuti. Mudah-mudahan modul 1.1 bisa saya serap dan terapkan dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

3. Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran dan pengalaman  sangat berharga yang saya dapatkan dari mempelajari modul 1.1. Sebagai CGP saya mendapatkan banyak ilmu dari fasilitator, instruktur, pengajar praktik, dan dari teman sesama CGP. Banyak hal yang bisa saya terapkan ketika proses pembelajaran.

4. Future (Penerapan)

Hasil penerapan dari gagasan terkait pemikiran Ki Hajar Dewantara, peserta didik diberikan pendidikan yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Materi dan proses pembelajaran disesuaikan dengan alam lingkungan sekolah, serta dalam kemampuan mereka mengikuti perkembangan zaman. Adapun tantangan dan solusi dari penerapan pemikiran Ki Hajar Dewantara sesuai dengan konteks kelas dan sekolah, maka keteladanan seorang Guru dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman merupakan satu tantangan bagi guru untuk melaksanakannya, sedangkan menjadi penyemangat serta motivasi tersendiri bagi murid dalam belajar. Adapun solusi dari hal tersebut adalah guru harus benarbenar bersikap yang patut dan menjadi teladan bagi murid dan menguasai keterampilan abad 21 dengan memilih metode belajar yang menyenangkan. dengan menghadirkan permainan, karena bermain merupakan kodrat anak. Serta guru harus mampu memahami karakter murid.

Guru juga harus bisa menjadi guru yang mempunyai prinsip atau semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, apa bila di depan harus bisa menjadi suri tauladan bagi peserta didik, jika di tengah harus mampu membnagkitkan atau menggugah semangat, dan apabila di belakang harus bisa memberikan dorongan dan arahan kepada peserta didik

Guru bergerak - Indonesia maju 
Semangat!!! 

1.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1


1.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Perkenalkan nama saya Heni Fatmawati, saya adalah Calon Guru Penggerak Angkatan 7  dari SMP Negeri 3 Ciamis Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini saya akan membuat sebuah artikel tentang kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara, Artikel ini dibuat untuk melengkapi tugas modul 1.1.a.8 Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1. 

Pertanyaan pemantik dalam membuat kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantaral: 

  1. Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda  mempelajari modul 1.1?
  2. Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini? 
  3. Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?


KESIMPULAN DAN REFLEKSI  TERHADAP PEMIKIRAN-PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA


Asas Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Menurut KHD (2009), “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”

Pendidikan adalah suatu proses yang tidak diam. Ia terus tumbuh dan berkembang sesuai kondisi zaman  dan kondisi peserta didik. Sebagai pendidik kita harus mampu mengetahui segala potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Selain itu, kita juga harus mampu terampil mengelola pembelajaran yang berpihak pada murid pada konteks lokal kelas dan sekolah agar terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter.

KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan. Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan (rakyat). Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Pendidikan menciptakan ruang bagi murid untuk bertumbuh secara utuh agar mampu memuliakan dirinya dan orang lain (merdeka batin) dan menjadi mandiri (merdeka lahir). Kekuatan diri (kodrat) yang dimiliki, menuntun murid menjadi cakap mengatur hidupnya dengan tanpa terperintah oleh orang lain

Dasar Dasar Pendidikan yang Menuntun

KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.

Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki laku-nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa.


Kodrat Alam dan Kodrat Zaman

Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama” KHD mengelaborasi Pendidikan terkait kodrat alam dan kodrat zaman sebagai berikut “Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman. Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demjf,ikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal. 21)

KHD hendak mengingatkan pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya menuntut anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman.


Budi Pekerti

Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga.

Budi Pekerti merupakan keselarasan (keseimbangan) hidup antara cipta, rasa, karsa dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran diri yang baik tentang kekuatan dirinya kemudian dilatih men-elola diri agar mampu memiliki kesadaran sosial bahwa ia tidak hidup sendiri dalam relasi sosialnya sehingga ketika membuat sebuah keputusan yang bertanggungjawab dalam kemerdekaan dirinya dan kemerdekaan orang lain. Budi Pekerti melatih anak untuk memiliki kesadaran diri yang utuh untuk menjadi dirinya (kemerdekaan diri) dan kemerdekaan orang lain.

Yang Saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Saya  mempelajari modul 1.1

Sebelum saya mempelajari modul 1.1 yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas adalah: 
  • Guru merupakan subjek utama di dalam kelas, kalau guru tidak berada di kelas maka pembelajaran tidak akan terlaksana
  • Guru harus mentransper ilmu kepada peserta didik dengan metode klasikal antara lain menerangkan materi dengan ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Di sini guru sebagai satu-satunya sumber belajar bagi peserta didik di kelas
  • Guru memberikan tugas yang sama kepada setiap peserta didik, tanpa melihat keragaman potensi peserta didik. 
  • Pembelajaran berpusat pada guru
  • Pembelajaran lebih banyak di kelas
  • Pembelajaran dianggap tuntas kalau sudah memenuhi KKM
  • Memberikan hukuman kepada peserta didik yang melanggar aturan/kesepakatan, karena menganggap mereka akan berubah dengan diberi hukuman itu

Yang berubah dari pemikiran atau perilaku Saya setelah mempelajari modul ini

Setelah mempelajari filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara dari modul 1.1 ini semakin terpacu untuk menempatkan murid sebagai subjek dari pembelajaran, dengan memberikan kebebasan untuk menentukan pembelajaran, namun tentu saja dengan menuntut murid agar selamat dan bahagia selalu dalam proses pembelajaran. Serta dalam pembelajaran memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman yang berada di lingkungan sekolah. Sikap keteladanan atau uswatun hasanah dalam diri guru menjadi salah satu alasan dalam penerapan gagasan dari pemikiran Ki Hajar Dewantara. Hal tersebut dimaksudkan untuk membangun jiwa semangat belajar dan terus memotivasi anak. guru sebagai penuntun murid yang menghamba kepada Murid dalam pelayanan prima untuk menghadirkan kebahagiaan lahir batin menuju keselamatan dan kemerdekaan belajar anak yang memiliki Budi Pekerti yang baik dan menjadi Pelajar Pancasila, sehingga murid memiliki sikap : beriman, mandiri, kreatif, berpikir kritis, bergotong royong dan berkebhinekaan global. Sebagai contoh dalam memperhatikan kodrat zaman adalah ketika ujian baik PTS ataupun PAS dan PAT, peserta didik menggunakan HP dengan ujian menggunakan aplikasi google form.

Yang dapat segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD

Hasil penerapan dari gagasan terkait pemikiran Ki Hajar Dewantara, peserta didik diberikan pendidikan yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Materi dan proses pembelajaran disesuaikan dengan alam lingkungan sekolah, serta dalam kemampuan mereka mengikuti perkembangan zaman. Adapun tantangan dan solusi dari penerapan pemikiran Ki Hajar Dewantara sesuai dengan konteks kelas dan sekolah, maka keteladanan seorang Guru dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman merupakan satu tantangan bagi guru untuk melaksanakannya, sedangkan menjadi penyemangat serta motivasi tersendiri bagi murid dalam belajar. Adapun solusi dari hal tersebut adalah guru harus benarbenar bersikap yang patut dan menjadi teladan bagi murid dan menguasai keterampilan abad 21 dengan memilih metode belajar yang menyenangkan. dengan menghadirkan permainan, karena bermain merupakan kodrat anak. Serta guru harus mampu memahami karakter murid.
Guru juga harus bisa menjadi guru yang mempunyai prinsip atau semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, apa bila di depan harus bisa menjadi suri tauladan bagi peserta didik, jika di tengah harus mampu membnagkitkan atau menggugah semangat, dan apabila di belakang harus bisa memberikan dorongan dan arahan kepada peserta didik



Jumat, 10 Juni 2022

REMIDIAL PAT MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN PELAJARAN 2021/2022


Asssalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Untuk Remidial PAT Kelas 7 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN PELAJARAN 2021/2022 silahkan klik di bawah ini:
👇